Perawatan kulit diabetes

Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik dimana penderitanya memiliki masalah kulit. Perawatan yang tepat, termasuk penggunaan krim dengan allantoin akan membantu mencegah komplikasi yang tidak menyenangkan.

Lihat film: "Bagaimana cara menjaga hubungan yang baik dengan seorang anak?"

1. Apa itu Diabetes?

Ini adalah penyakit metabolik kronis. Ini adalah penyakit sistemik, yang berarti mempengaruhi fungsi seluruh tubuh manusia, termasuk kondisi kulitnya. Ada antara lain, diabetes tipe 1, yang paling sering didiagnosis pada orang muda, dan diabetes tipe 2.

Salah satu gejalanya adalah masalah kulit, yang tercatat pada 30% orang. sakit. Untuk mencegah iritasi kulit, kadar glukosa darah harus dipantau secara berkala. Jika nilainya benar, komplikasi diabetes tidak akan terjadi.

2. Penyebab sensitivitas kulit pada diabetes

Masalah kulit mungkin merupakan konsekuensi dari penggunaan insulin dalam pengobatan diabetes. Masalah-masalah ini dapat berupa infeksi bakteri atau jamur yang hidup berdampingan dengan penyakit ini. Infeksi kulit berulang mempengaruhi orang dengan diabetes dekompensasi yang memiliki fluktuasi kadar glukosa darah.

Penderita diabetes menghadapi masalah penyembuhan luka

Iritasi kulit pada penderita diabetes adalah akibat antara lain:

  • perubahan yang terjadi pada pembuluh darah yaitu angiopati dan mikroangiopati,
  • perubahan saraf perifer, yaitu neuropati, yang dimanifestasikan oleh mati rasa dan gangguan sensasi (karena kurangnya kesadaran menggosok sepatu, pasien diabetes sering berjuang dengan lecet dan luka).

Penyebab perubahan kulit pada diabetes adalah angiopati, yaitu perubahan pada pembuluh darah. Mereka adalah hasil dari kadar glukosa darah yang tinggi. Kadar glukosa darah yang tinggi menyebabkan perubahan degeneratif pada kapiler, vena dan arteriol, yang mengakibatkan gangguan fungsi sistem peredaran darah. Proses oksigenasi dan suplai nutrisi terganggu. Jika lesi melibatkan pembuluh darah besar, kulit dapat mengalami perubahan nekrotik disertai dengan kerusakan serabut saraf perifer.

Gejala angiopati pada diabetes termasuk gatal terus-menerus dan kulit kering, pengelupasan, dan kepekaan terhadap radiasi UV dan perubahan suhu. Kulit rentan terhadap kerusakan dan pembentukan perubahan. Pada gilirannya, gejala perubahan pembuluh darah kecil (mikroangiopati) adalah ekstravasasi pada kulit dan jaringan subkutan. Ini adalah bintik-bintik coklat yang bisa dilihat di kaki bagian bawah.

Semua yang perlu Anda ketahui tentang gula [9 foto]

Beberapa orang makan terlalu banyak gula sehingga mereka bahkan bisa kecanduan. Bagaimana cara mengetahui apakah Anda kecanduan ...

lihat galeri

Penderita diabetes menghadapi masalah penyembuhan luka. Penyebabnya adalah komplikasi yang berkaitan dengan metabolisme sel, kerusakan pembuluh darah dan sistem saraf. Sistem kekebalan yang berfungsi dengan baik sangat penting untuk proses penyembuhan luka yang tepat. Pada penderita diabetes, pekerjaannya terganggu, sehingga rentan terhadap infeksi. Agar luka sembuh, penting untuk menyembuhkan peradangan.

3. Bagaimana cara merawat kulit penderita diabetes?

Dalam merawat kulit penderita diabetes, penting untuk:

  • pengendalian perjalanan penyakit,
  • kepatuhan terhadap aturan diet untuk penderita diabetes,
  • penggunaan kosmetik yang ditujukan untuk kulit kering, misalnya emolien, yang meninggalkan lapisan pelindung pada kulit (melindungi dari kehilangan air dan mengurangi rasa gatal),
  • penggunaan kosmetik dengan allantoin yang memiliki efek menenangkan, meregenerasi dan anti inflamasi yang mengurangi kemerahan pada kulit, melembabkan dan menghaluskan kulit, serta mengurangi rasa sakit yang berhubungan dengan munculnya luka pada permukaan kulit.
Tag:  Kehamilan Memiliki Wilayah- Kehamilan-Perencanaan